Citra Politisi di TikTok: Demokrasi Estetis Ancaman Nyata?
Curated by Supa AI
🏛️ Politics
Ringkasan
- Politik kini banyak terjadi di platform TikTok, di mana politisi membangun citra melalui video singkat berdurasi 15 hingga 40 detik dengan narasi visual yang hangat dan emosional.
- Akun seperti @AniesBaswedan memanfaatkan TikTok untuk mengonstruksi citra pemimpin merakyat dan peduli, menekankan storytelling visual daripada pidato panjang.
- Proses framing ini menonjolkan aspek tertentu dari realitas untuk mengarahkan persepsi publik, menciptakan kedekatan emosional yang mungkin tidak mencerminkan kenyataan objektif.
- Fenomena ini memunculkan pertanyaan kritis tentang apakah politik hanya akan berhenti pada estetika kedekatan daripada kedalaman gagasan kepemimpinan.
- Di sisi lain, media sosial memperburuk polarisasi sosial-politik di Indonesia, dengan 60% masyarakat merasa terpolarisasi menurut survei Litbang Kompas 2023.
Sources
Polarisasi sosial dan politik di Indonesia: Tantangan Identitas dalam Era Digital - Kompasiana.com
Indonesia, sebagai negara dengan keragaman etnis, agama, dan budaya yang luar biasa, selali menghadapi dinamika sosial-politik yang kompleks.
Demokrasi Algoritma TikTok
Malang – Di tengah era ketika batas privat dan publik hampir lenyap, politik tidak lagi berlangsung hanya di mimbar kampanye, gedung pemerintahan,...