Camat Pule Ambil HP Siswi Picu Kekerasan Guru: Tersangka Ditetapkan!
Curated by Supa AI
Ringkasan
- Camat Pule telah mengambil telepon genggam (HP) siswi yang menjadi pemicu insiden kekerasan terhadap guru di SMPN 1 Trenggalek, mewakili keluarga pelaku.
- Pengembalian HP dilakukan pada Kamis, 6 November 2025, dengan disertai berita acara resmi dan kondisi perangkat dilaporkan masih baik.
- Insiden kekerasan terjadi pada 31 Oktober 2025, melibatkan guru Seni Budaya Eko Prayitno yang dipukul oleh wali murid setelah mengamankan ponsel siswa.
- Polisi telah menetapkan pelaku berinisial A sebagai tersangka pada 3 November 2025, menyusul keprihatinan publik dan trauma keluarga korban.
- Kepala Sekolah SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud, mengonfirmasi proses pengembalian HP tersebut dan peran Camat Pule.
Timeline
Fact Check
Camat Pule mengambil HP siswi yang sempat diamankan pihak sekolah, mewakili keluarga pelaku kekerasan terhadap guru SMPN 1 Trenggalek.
Verified from 1 sources
Kepala Sekolah SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud, membenarkan informasi ini dan menjelaskan proses penyerahan HP.
Kasus kekerasan terhadap guru Seni Budaya SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, terjadi pada 31 Oktober 2025.
Verified from 1 sources
Tanggal kejadian disebutkan secara eksplisit dalam artikel Kabar Trenggalek.
Pelaku kekerasan berinisial A telah ditetapkan sebagai tersangka pada 3 November 2025.
Verified from 1 sources
Informasi penetapan tersangka dan tanggalnya disebutkan dalam artikel Kabar Trenggalek.
Ponsel siswi dikembalikan dalam kondisi baik dan normal.
Verified from 1 sources
Kepala Sekolah SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud, menyatakan kondisi HP saat dikembalikan.
Sources
Pendidikan Indonesia Ketinggalan? Ini Penjelasan Guru Gembul
KBRT - Dalam podcast yang diunggah Ferry Irwandi pada 3 November 2025 kemarin, Guru gembul bersama Ferry Irwandi, membahas keresahan dia atas pendidikan...
Camat Pule Jadi Pengambil HP Siswi yang Mengakibatkan Kekerasan Guru Trenggalek
Kepala Sekolah SMPN 1 Trenggalek menyebut Camat Pule mewakili keluarga pelaku mengambil HP yang sempat diamankan pihak sekolah.