Prabowo Targetkan 33 PLTSa Rampung 2027, Danantara Siapkan Patriot Bonds
Curated by Supa AI
Ringkasan
- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan proyek ambisius pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di seluruh Indonesia.
- Proyek ini bertujuan untuk mengatasi tumpukan sampah nasional yang mencapai 33,8 juta ton pada 2024 dan menghasilkan energi bersih.
- Pendanaan proyek akan sebagian besar berasal dari patriot bonds yang diterbitkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), dengan pemesanan mencapai Rp50 triliun.
- Salah satu proyek unggulan, PLTSa Legok Nangka di Jawa Barat, memiliki nilai investasi Rp4 triliun dan didukung oleh ASEAN Zero Emission Community (AZEC).
- Pemerintah menargetkan selesainya proyek-proyek PLTSa ini dalam 2-3 tahun ke depan, dengan tender untuk tujuh wilayah aglomerasi dijadwalkan pada 6 November 2025.
Timeline
Fact Check
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan proyek pembangkit listrik berbasis sampah (PLTSA) di 33 kota di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 20 MW.
Verified from 4 sources
Fakta ini disebutkan secara konsisten di empat sumber CNBC Indonesia dan Ambisius News.
Sebagian sumber pendanaan proyek PLTSA akan memanfaatkan dana dari patriot bonds yang diterbitkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Verified from 4 sources
Fakta pendanaan melalui patriot bonds Danantara disebutkan di beberapa sumber, termasuk CNBC Indonesia dan Tempo.co.
Proyek-proyek PLTSA ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu 2-3 tahun ke depan.
Verified from 5 sources
Target waktu realisasi 2-3 tahun ke depan disebutkan dalam beberapa sumber, termasuk CNBC Indonesia, Tempo.co, dan Ambisius News.
Salah satu proyek yang telah masuk tahap lanjutan adalah PLTSA Legok Nangka di Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai Rp 4 triliun, dan didorong oleh inisiatif ASEAN Zero Emission Community (AZEC).
Verified from 4 sources
Detail mengenai PLTSA Legok Nangka, nilai investasi, dan keterlibatan AZEC disebutkan secara konsisten di beberapa sumber CNBC Indonesia dan Ambisius News.
Patriot Bonds Danantara telah menembus pemesanan Rp50 triliun, yang akan dialokasikan untuk proyek energi baru terbarukan, termasuk konversi sampah menjadi energi.
Verified from 2 sources
Jumlah pemesanan Patriot Bonds dan alokasinya disebutkan oleh Tempo.co dan Katadata.co.id.
Sources
'Proyek Kebanggaan' Terbaru Prabowo, RI Bisa Lebih Bersih!
Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan proyek pembangkit listrik berbasis sampah atau PLTSA.
Prabowo Prioritaskan Sampah Menjadi Listrik: Fokus di Bantar Gebang dalam Dua Tahun
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan konversi tumpukan sampah menjadi listrik dalam dua tahun ke depan melalui pembangunan 34 pembangkit di...
Prabowo Siapkan Proyek Pembangkit Sampah, Pendanaannya dari Sini..
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan proyek energi bersih berbasis olahan sampah yakni Pembangkit Listrik Tenaga...
TBS Energi (TOBA) Ungkap Kabar Soal Proyek PLTSa Danantara, Bakal Ikut Lelang?
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menjelaskan kabar terbaru ihwal keterkaitan perusahaan dengan rencana pemerintah melalui Danantara akan menggelar lelang...
Pemerintah Prabowo Siapkan 33 PLTSa, Atasi Sampah Jadi Energi Bersih
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan inisiatif besar pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di seluruh Indonesia. Proyek ini...
Danantara Ungkap Nilai Investasi Proyek PLTSa Capai Rp3,2 Triliun - Green
Danantara mengungkapkan nilai investasi pada setiap proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) rata-rata berada di sekitar Rp2,5-Rp3,2 triliun.
Airlangga Hartarto: 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Rampung 2027
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah turut dibiayai dari patriot bonds Danantara.
'Proyek Kebanggaan' Terbaru Prabowo, RI Bisa Lebih Bersih!
Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan proyek pembangkit listrik berbasis sampah atau PLTSA.