Gejolak Politik AS Picu Kenaikan Harga Emas Global, Antam Tembus Rp 1,924 Juta!
Curated by Supa AI
Ringkasan
- Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan penguatan signifikan, melonjak 0,78% pada sesi sebelumnya dan mencapai puncak intraday di $3.377 pada Kamis, 17 Juli 2025. Kenaikan ini dipicu oleh aksi beli yang masif menyusul gejolak politik di Amerika Serikat. Pada pembukaan sesi Asia hari ini, XAU/USD bergerak stabil di kisaran $3.340-an, dengan level penutupan di sekitar $3.348.
- Salah satu pemicu utama kenaikan harga emas adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sempat menyinggung kemungkinan pemecatan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Meskipun Trump kemudian mengklarifikasi bahwa skenario itu hanya mungkin jika terbukti ada kecurangan, sentimen ini cukup untuk memicu ketidakpastian pasar. Laporan Bloomberg juga menyebut Trump sempat membahas rencana pemecatan Powell dalam pertemuan dengan wakil partai Republik di Gedung Putih, termasuk dalam diskusi mengenai legislasi mata uang kripto.
- Kenaikan emas global berdampak langsung pada harga emas di Indonesia. Harga emas batangan Logam Mulia (LM) produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per 14 Juli 2025 mencapai Rp1.924.000 per gram, naik Rp5.000 dibandingkan harga sebelumnya (Rp1.919.000 per gram pada 12 Juli 2025). Kenaikan ini menandai penguatan harga emas Antam selama empat hari berturut-turut, dengan total lonjakan mencapai Rp30.000 per gram sejak pekan lalu. Harga buyback emas Antam juga ikut menguat Rp5.000 ke posisi Rp1.768.000 per gram.
- Secara teknikal, analis Andy Nugraha dari Dupoin Futures Indonesia menilai struktur pergerakan harga emas masih menunjukkan dominasi pelaku bullish, ditandai dengan pola higher low dan higher high yang konsisten, serta moving average jangka pendek yang terus menanjak melewati MA jangka menengah. Level support kunci berada di $3.322 dan resistance di $3.355. Koreksi ringan pasca-komentar Trump dianggap sebagai retracement normal sebelum tren naik berlanjut. Andy merancang dua skenario pergerakan: jika tekanan jual muncul, support di $3.322 akan menjadi pertahanan; jika buyer mendorong harga melampaui $3.348, target kenaikan selanjutnya diperkirakan menyentuh $3.355.
- Selain faktor politik, data fundamental AS juga memengaruhi pergerakan emas. Indeks Harga Produsen (IHP) AS pada Juni menunjukkan laju inflasi pabrik melambat dari 2,6% menjadi 2,3% secara tahunan, di bawah ekspektasi pasar. Namun, inflasi konsumen masih mendekati 3%, jauh di atas target The Fed 2%. Penurunan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke 4,459% juga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa kupon.
- Probabilitas pasar uang menunjukkan 95% kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli 2025, dengan hanya 5% peluang pemangkasan 25 basis poin. Investor memproyeksikan total pemangkasan suku bunga tidak akan melebihi 50 basis poin hingga akhir tahun. Ekspektasi kehati-hatian The Fed ini dipandang sebagai salah satu pilar penopang harga emas jangka menengah.
- Kebijakan perdagangan Trump juga menjadi sorotan. Presiden AS mengumumkan kesepakatan tarif baru dengan India, menetapkan bea masuk 19% untuk impor India (sementara barang Amerika bebas tarif), dan rencana tarif kepada Jepang. Ketidakpastian dalam negosiasi dagang ini semakin mendorong investor mencari aman pada emas.
- Kombinasi gejolak politik AS, sinyal teknikal yang mendukung, serta dinamika inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed menegaskan momentum bullish pada XAU/USD, menjadikan emas sebagai aset lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian global. Para pelaku pasar diimbau untuk memantau perkembangan komentar pejabat The Fed dan data inflasi AS guna menyusun strategi trading yang tepat.
Timeline
Fact Check
Harga emas (XAU/USD) melonjak 0,78% pada sesi sebelumnya dan mencapai puncak intraday di $3.377 pada Kamis, 17 Juli 2025.
Verified from 5 sources
Beberapa sumber Gerbang Indonesia mengkonfirmasi angka dan tanggal yang sama.
Harga emas batangan Logam Mulia (LM) produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per 14 Juli 2025 mencapai Rp1.924.000 per gram.
Verified from 1 sources
Informasi ini secara eksplisit disebutkan dalam salah satu sumber.
Probabilitas pasar uang menunjukkan 95% kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli 2025, dengan hanya 5% peluang pemangkasan 25 basis poin.
Verified from 5 sources
Beberapa sumber Gerbang Indonesia mengkonfirmasi probabilitas ini.
Penurunan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke 4,459% juga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa kupon.
Verified from 5 sources
Beberapa sumber Gerbang Indonesia mengkonfirmasi angka dan dampaknya terhadap emas.
Sources
Harga Emas Antam Naik Lagi! Tembus Rp1,924 Juta per Gram, Ikuti Kenaikan Emas Dunia
KLIKSUMUT.COM – Harga emas batangan Logam Mulia (LM) produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak kenaikan.
Harga Emas Melaju Kuat Didukung dengan Gejolak Politik AS
Harga emas (XAU/USD) kembali memasuki fase reli setelah mengalami lonjakan sebesar 0,78% pada sesi sebelumnya. Aksi beli emas dipicu oleh pernyataan...
Harga Emas Melaju Kuat Didukung dengan Gejolak Politik AS
Harga emas (XAU/USD) kembali memasuki fase reli setelah mengalami lonjakan sebesar 0,78% pada sesi sebelumnya. Aksi beli emas dipicu oleh pernyataan...
Harga Emas Melaju Kuat Didukung dengan Gejolak Politik AS
Harga emas (XAU/USD) kembali memasuki fase reli setelah mengalami lonjakan sebesar 0,78% pada sesi sebelumnya. Aksi beli emas dipicu oleh pernyataan...
Emas Tetap Menguat Ditengah Ketegangan Global dan Ketidakpastian Arah Kebijakan The Fed
Harga emas (XAU/USD) mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut hingga Selasa, didorong oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi...